Serba-serbi 'Pertama' di Solo

"Everybody loves the things you do... from the way you talk... to the way you move"


Stasiun Pasar Senin
Iringan lagu Adele 'when we were young' menjadi pertanda awal perjalanan gue menjadi seorang backpacker. Ditemani dengan rintik-rintik hujan yang menghiasi kaca luar kereta, menjadikan suasana malam itu menjadi sangat melankolis.

Kala itu ditemani dengan seorang teman yang sudah tidak asing lagi dengan wajah yang sangat asing tentunya, tidak lain dan tidak bukan adalah Sulaiman Akbar alias Sule.



Simbolik awal perjalanan (tangga st Senin)
Perjalan ini merupakan awal dari segala perjalan gue. Why?

Because...

It's my first time gue melakukan perjalanan jauh sendiri keluar pulau jawa barat. Tanpa ditemani sanak keluarga atau bahkan mantan pacar.. Okeh lupakan!


Pertama kalinya juga gue menggunakan kereta kelas ekonomi. You know lah orang elit kayak gue biasa menggunakan kereta eksekutif. Itu juga 3 tahun sekali.


Ruter perjalanan Kereta Brantas
Google Maps.

Menggunakan kereta super cepat dan super elit shinkansen alias 'kereta ekonomi brantas' yang akan menjadi transportasi pengiring kami menuju solo. 

Satu hal yang selalu gue ingat selama perjalanan menuju Solo, iringan lagu Adele yang merdu seketika berubah menjadi celotehan hangat dari si ibu-ibu rambo yang duduk tepat di depan-nya Sule selama perjalanan. 


Sepanjang perjalanan mau tak mau, sudi tak sudi gue harus meladeni si ibu-ibu rambo ini mengobrol. 

Mulai dari mempromosikan barang dagangannya yang dibawanya ke kampung.

"De.. Mau beli gak? Ini lampu LED lebih bagus dari lampu neon, watt-nya kecil hasilnya maksimal, kayak punya ade kecil tapi kerjanya maksimal". (Saat itu juga, gue langsung menutupi si Entong dengan kedua tangan gue dari tatapan nakal si tante-tante rambo ini).

"Tahan banting, awet dan anti air" lanjut si ibu.

"Oh yaaa... Anti mantan gak bu?" tanya gue.

"SEKAREP'E!" jawab si ibu kesal.

Oh come on. Sudah hampir dua tahun gue kuliah di Gunadarma University mengambil jurusan Electrical Engineering. Ya, kali lampu LED saja gak tahu. SOMBONG !!

Hingga, iya menceritakan bahwa anaknya anggota brimob, sembari menujukkan foto-foto narsis dengan si anak, ketika bomb di sarinah terjadi. Bahkan, dia menunjukkan kedua foto putrinya yang telah menikah.

Gue gak tahu apa gue lagi mabok atau ke-sirep, tapi gue akuin kedua putrinya cantik-cantik. Sempat terlintas dipikiran gue untuk menjadikan si ibu-ibu rambo ini jadi calon mertua gue.

"Bu anaknya cantik-cantik ya, umur berapa? sekolah dimana?" Tanya gue penasaran.

"Iya dong cantik, orang ibunya saja ayu" jawab si ibu. Rasanya seketika ingin gue timpuk si ibu pakai lampu LED dagangannya...

(gue lupa umur berapa yang pasti diatas 20) "Udah gak sekolah de, Udah pada nikah, dua-duanya nikah sama polisi. Ini putri saya yang kedua sedang hamil tua, tujuh bulanan, mangkanya saya pulang" lanjut si ibu

"Oh gitu yaa buuuu.." saat itu juga gue mengambil ancang-ancang untuk tidur. Okay fine ! Bahkan di kereta hati gue harus hancur berkeping-keping. 

Ketika gue lihat ke samping, si sule lagi asik-asiknya tidur di pojokan dengan wajah menyindir "Mapos lo vy, temenin tuh ibu-ibu ngobrol sampe solo"...

Sialan lo le!


Sepanjang jalan gue habiskan dengan mengobrol dengan si ibu-ibu rambo. Entah kenapa gue semakin menikmati perbincangan kami. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada obrolan pertama. Yasudahlah..

Jam menunjukkan pukul 1.52 pagi dan dari kejuhan terdengar "Sebentar lagi kita akan tiba di stasiun Solo Jebres, bagi penumpung yang akan turun harap mempersiapkan barang-barangnya dan hati-hati melangkah, sekian dan terima kasih" Suara masinis dari speaker...

...Suara tersebut menjadi pertanda akan perpisahan kami dengan si ibu-ibu rambo. Sebagai ucapan perpisahan sembari gue mencium tangan-nya gue mengucapkan salam cinta perpisahan, semoga dapat bertemu kembali dengan si ibu-ibu gokil yang satu ini.


Dari stasiun jebres gue sepakat untuk menggunakan ojek, selain harganya yang cingcai. Tentunya bisa lebih cepat tiba di tujuan. Sebelum menginap di kost-kost-an harian yang kami pesan. Gue dan mamang cule harus mampir dulu ke kost-an fatimah alias FJ. Untuk mengambil kunci kost-an.

Penderitaan gue belum selesai sampai disitu. Ketika gue menuju kamar kost yang kami tuju. Menyusuri dinginnya malam di gank-gank kecil solo, untuk tiba di kamar kost hanya untuk mengistirahatkan badan.

Seketika berubah...

"Jeh kok kunci gerbangnya bukan gembok?" tanya gue

"masa sih, coba liat" jawab fj "oh iya ya, kemarin ibunya gak bilang sih, cuman ngasih kunci gitu aja".

Kunci yang seharusnya berupa gembok berubah menjadi kunci helm motor dengan angka-angka imut nan menyebalkan untuk di pecahkan. 

"Yaudah, lo pada tidur di masjid aja, nanti jam 6 pagi kita kerumah ibunya minta nomor kuncinya" usul efjeh.

Okay. Lenyap sudah angan-angan tidur di kasur empuk sembari meluruskan kaki setelah semalaman terombang-ambing di dalam kereta. Berjalanlah kami menuju masjid...

...Dengan alas keramik yang dingin gue berangan-angan sedang diatas kasur yang empuk dan udara malam yang menusuk gue angankan sebagai ac kamar yang dingin. Tidurlah kami hingga adzan subuh menjadi alarm untuk menunaikan panggilan-NYA.

"De.. de.. bangun, sudah adzan subuh, mari kita sholat, nanti lanjutkan tidur didalam saja, diluar dingin" Ajak si bapak-bapak masjid. Akhirnya ada juga yang perhatian sama gue, walaupun itu bapak-bapak. Tapi it's okay no women no cry...

Sholat lah gue dan mamang sule. Setelah itu kami melanjutkan tidur didalam dengan karpet masjid sebagai alas tidur kami. 

Gue merasakan indah dan nyenyaknya tidur di dalam rumah Allah, walaupun beralaskan seadanya. Beruntung ada masjid yang mau menampung kami.

Pagi-paginya gue terbangun oleh line chat dari efjeh "good morning rhavy, gimana tidurnya nyenyak? Yuk kerumah ibu kost kita minta kunci" Okeh itu mimpi!

Ini yang asli..

Seketika berubah menjadi "Fi dimana woy? bangun woyyy udah pagi, jadi kerumah ibunya gakkk?" line attack dari efjeh.

"jadi jeehhh" balas gue. 

Setelah dari rumah ibunya, alhasil ibunya juga gak tahu nomer kunci gerbangnya. Akhirnya gue menuju kost kembali, berharap sudah ada yang bangun dan meminta dibukakan gerbang.

"Alhamdulillah" dalam hati. Doa gue dikabulkan, ada mas-mas yang sudi untuk membukakan gerbang untuk kita. Love you so much lah sama mas-masnya.

Hal pertama ketika gue melihat kamar kost-annya. It's really really 'biasa' jauh dibawah Standar Nasional Indonesia. Bahkan si sule menggerutu macam-macam.

Mulai dari kamar mandi luar dengan segerombolan kecoa dan cacing. Rembes ketika hujan dan seketika kamar jadi arena kolam renang. Kunci pintu dan gagang pintu yang hilang entah kemana. 


Keadaan 1
Keadaan 2
Harga sesuai dengan kualitas dong, nikmatin saja, namanya juga anak backpacker. Harus survive !! Selama bisa tidur dengan nyaman, it's okay lahh, cowok harus bisa survive dikondisi apapun. Saik..

Solo, we're ready for exploring you...Sampai sini dulu ya. Stay tuned on my blog. Karena gue akan menulis beberapa tempat yang telah kami berdua singgahi di solo. Tentunya dengan tour guide yang keceh-keceh dan imut-imut tidak lain tidak bukan...


Aisyah (adik dari efjeh), kanan efjeh (kakak dari aisyah) dan tengah orang paling imut di dunia
Bhayy...

Rincian harga :


Tiket Kereta Ekonomi Brantas : RP 90.000,-
Nasi goreng kereta                 : Rp 20.000,- (saran bawa makanan sendiri)
Pop Mie                                 : Rp 15.000,- (saran mikir-mikir kalau mau beli)
Ojek motor                            : Rp 15.000,-
Nyewa Mobil                          : RP 50.000,-
Taxi                                      : Rp 25.000,- (jarak terdekat, jauh berlaku argo)
Sewa Kamar Kost                  : Rp 300.000,- (4 hari 3 malam)

Arena Balap Pantai Camplong Sampang Madura

Selama gue di Madura tentunya gue menghabiskan masa liburan dengan berkunjung ke beberapa tempat wisata yang ada disini. Mulai dari pasar tradisional, persawahan dan kali ini sasaran gue adalah salah satu pantai yang ada di madura.

Yups, Pantai Camplong.. 


Awalnya sih, gue berniat untuk ke pantai Lombang di Sumenep, gosip-gosip-nya itu pantai memiliki pasir putih dan air lautnya yang biru. Tapi, fakta lokasinya yang berjarak 5 jam dengan menggunakan mobil dari tempat gue menginap, ditambah lagi pastinya kakak gue akan berpidato kenegaraan sepanjang perjalanan.


Mau tak mau, sudi tak sudi, rela tak rela tak rela tak rela, tujuan gue pantai Camplong yang berjarak sekitar 45 menit dari blega. 




Harga Tiket Masuk

Kendaraan roda dua      : Rp 5.000
Kendaraan roda empat  : Rp 10.000
Orang dewasa               : Rp 10.000
Anak-anak                    : Rp 5.000 

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah, daftarkan diri anda secepatnya sekarang juga.


Rute Perjalanan


Lumayan mudah sih untuk menuju pantai Camplong. Alasannya selain karena jalannya yang cuman satu gak kayak jalan di Jakarta, jadi jalannya itu-itu aja tinggal ngikutin jalan. Kedua, karena jalannya dua arah bukan one way kayak di Bandung, ditambah lagi disini gak sistem buka tutup. So, lancaaarrr jayaa...

Peta mbah Google




"grenggg..greeenggg..greeengg" itulah suara yang menyambut gue pertama kali ketika tiba di tempat ini. Anggapan gue kala itu mungkin kapal-kapal nelayan lagi pada trek-trek-an di pinggir pantai..

...Setelah gue melewati loket pembayaran tiket.

Disambut dengan tukang jualan makanan dan minuman yang berjejer di pintu masuk. Sepanjang jalan para penjajah souvenir sibuk menawarkan souvenir kepada kami, tempat tissue yang terbuat dari kulit kerang sempat membuat gue terayu. Setelah gue berpikir keras, tissue kost-an yang gak ada tempat aja cepat abis, apalagi ada tempatnya. Pasti bakalan membuat gue semakin gak bisa move on dari tissue dan sabun...

Okeh lupakan tentang tissue dan sabun..



Tempat ini sudah cukup bagus, karena telah di kelola, entah oleh pemerintah atau swasta. Intinya, loket masuk, fasilitas dan jalan-jalan telah tertata rapi. So, gak usah khawatir kalau kebelet pipis, toiletnya bersih, lebih bersih dari wajah mantan.

Dibuat seperti taman dengan beberapa anak tangga mebuat pantai camplong ini lebih tepat dibilang taman dari pada pantai. Kalau bisa di bilang seperti pantai Ancol yang ada di Jakarta. Bedanya disini ada suara "greng.. grengg.. greng".

Akhirnya gue mencoba untuk menelusuri apa yang sedang terjadi di pantai ini. Beranjak dari taman, akhirnya gue mempercepat langkah gue menuju tepi pantai untuk melihat asal dari suara asing tersebut. 

Ternyata oh ternyata...

Suara asing tersebut bukan berasal dari nelayan yang lagi trek-trek-an atau ikan-ikan yang lagi pada nge-grombol nobar moto gp. 

Tapi para pemuda-pemuda yang imut sedang memacu motor diatas coklatnya pasir pantai. Bisa dibilang sirkuit sentul pindah ke Madura, ini pertama kalinya ke pantai disambut dengan pemandangan arena balap di pinggir pantai. Padahal gue berharap ada bule-bule bikini sedang nangkring atau gak minimal putri duyung lagi berjemur. 


Bekas perbuatan tidak senonoh para pembalap
Beranjak dari arena balap, gue memutuskan untuk kesisi lain pantai yang kala itu sedang surut. Sehingga, bentangan daratan-nya semakin melebar dari titik awal seharusnya. Beruntungnya gue kala itu, so, gue bisa menikmati indahnya lautan agak lebih jauh. 



Sedikit berbeda dengan sisi kiri pantai yang menjadi ajang arena adu balap motor gp internasional Madura. 

Tampak sisi kanan dari pantai ini di penuhi dengan beberapa pasir pantai dan batu kapur yang memberikan warna berbeda dari pantai Camplong. Spot yang bagus untuk taking beberapa photo lah. 



Ketika gue berjalan-jalan maju mundur cantik untuk menuju laut lepas, sepanjang perjalanan gue melihat lubang-lubang kecil banyak tak terhitung. Lubang-lubang tersebut seperti bekas lubang galian. 



Usut punya usut ternyata itu lubang yang dibuat kepiting untuk menambang emas berlindung dari para penjajah pantai yaitu manusia. Mereka berlindung agar tak ada yang mengganggu aktivitas mereka sehari-hari seperti mencari makan atau sekedar berjalan-jalan santai.

Tiba-tiba gue melihat beberapa kepiting sedang asik mengadakan party pinggir pantai, bercanda ria, berkumpul dengan sesama. Ketika gue mencoba mendekat mereka langsung lari kocar kacir meninggalkan kelompoknya dan menggali lubang secepatnya. 

"Ini apasih manusia, ganggu aja sok-sok mau ikutan party sama kita-kita" mungkin itu yang mereka pikirkan. Dasar kepiting sialan !!

Awalnya takut, tapi setelah proses perdebatan yang alot. Akhirnya gue dapat menangkap satu kepiting untuk diintrogasi, walaupun harus memberikan sedikit daging segar jari gue untuk dijadikan makan siang oleh mereka. 


Penampakan Mr Crap si kepiting pantai
Setelah puas mengintrogasi si Mr Crap. Akhirnya gue melepaskannya agar dia dapat kembali ke teman se-genganya...

Akhirnya kami bergegas untuk menuju laut, sekedar membasahkan kaki dan bermain air. Tentunya yang paling senang adalah keponakan gue yang masih sd. "Kecipak kecipuk" bermain air di pinggir pantai dengan memakai kacamata hitam, layaknya anak bule (sayang dia anak kakak gue). 


Tuhkan imut, sekilas gak mirip kakak gue.
Karena kesal melihat keponakan gue yang lebih imut dari gue, kala itu jua gue langsung meminta untuk di foto dengan mengajak seonggok keluarga gue. Kebetulan cwo semua yang foto it's show time, well, stay cool and be gentle broohh...



Entah ini imut, keceh atau terbilang alay beda-beda tipis. Tapi abaikan dua orang di depan fokus sama ke-imut-an dan ke-macho-an gue. Sekian, terima kasih !!

Setelah berlama-lama berjemur dibawah terik matahari, tentunya membuat kulit gue yang halus nan lembut jadi hitam abstrak. Kami memutuskan untuk kembali ke taman untuk berteduh di bawah pohon, sembari menikmati cemilan-cemilan yang kami bawa.

Ketika sedang asik bersantai dibawah pohon, keponakan gue mengajak untuk bermain ayunan yang terikat kokoh di bawah pohon. Karena dia merengek dan gue gak bisa menolak, alhasil gue menemaninya untuk bermain. Karena view yang bagus, terlintas di otak gue untuk mengabadikannya dalam bentuk photo.



Dan gue gak mau kalah dari keponakan gue kalau urusan imut-imutan. Sekarang gue yang main, keponakan gue yang photo..



Tuhkan...


...JELEK!! Okay fine, for this time gue mengaku kalah. Bhayyyy.

Perjalanan gue kali ini berakhir disini, setelah puas menikmati indahnya pantai Camplong Madura. Gue bergegas kembali kepenginapan tentunya dengan hati yang tersakiti..

See you on the next article.


Tambahan :

Indahnya tepi pantai Camplong

Hunting photo yang kebetulan bagus 

Luasnya pantai Camplong ketika surut

Taman di dalam pantai

Si pemenang keimutan kali ini

More Gallery : at my Instagram @fathurrhavy

Wisata Air Hijau Curug Leuwihejo Sentul

"Lineee" Hp gue berdering hingga 9 kali, ternyata oh ternyata ada seorang mahasiswi galau mengajak gue untuk pergi belibur.

Dengan pasrahnya gue menyanggupin hasratnya untuk liburan..

Awalnya sih berlima, kebetulan paginya gue mendengar kabar duka, salah satu keluarga Bintang meninggal. Singkat cerita, berangkatlah gue berempat (Rere, Uty, Ais dan Gue yang imut) menuju suatu curug yang ada di daerah Sentul. Curug ini cukup terkenal, apalagi kalian para anak gahool Instagram, pastinya you know it so well.

Jaraknya tidak terlalu jauh sih dari tempat kost gue yang berada di Depok.

Tiba-tiba ketika sampai disekitar daerah sentul "Kring..kring" Bintang menelpon. "Woy pada dimana? Gue jadi ikut nih" kata bintang. "Tang sodara lo hidup lagi? Lehh ughaaa" kata gue. "Bukan taeek, panjang ceritanya" jawab Bintang. Terpaksa si Bintang menyusul....

Akhirnya, kami tiba di tempat tujuan yaitu..

... Curug Leuwihejo.


Akses dan Medan Jalur Kesana



Saran gue sih, gunakan kendaraan bermotor terutama motor, karena jalur dan medan yang naik, turun dan mendatar cukup curam. Kalau menggunakan mobil kudu handal dan lagi jalan kedalamnya dari tempat parkir mobil cukup jauh.
Sedangkan untuk kendaraan umum, kurang tahu juga sih bisa apa enggak. Soalnya sepanjang jalan gue gak melihat adanya om-om supir angkot mangkal.

Peta Google lihat Disini




1) Dari arah jalan raya bogor terus saja. Sebelum Bogor belok kiri ambil arah Sentul

2) Menuju kearah Circuit Sentul, dari Circuit Sentul ambil arah ke kiri
3) Ikut jalan hingga bertemu pertigaan arah jonggol. Belok kanan dan ikuti terus jalan ke arah Jonggol
4) Ada pertigaan belok kanan, jika ke kiri ke curug kembar kalau tak salah.
5) Dari situ sudah tidak terlalu jauh, ikuti jalan saja. Nanti ada pintu masuk ke arah curug disebelah kiri jalan. 

Itu adalah track yang gue lalui kemarin, usut punya usut ada jalan lebih singkatnya. So googling saja yaa.. hehe



***


Informasi dan Harga Tiket Masuk

Tiket masuk dan parkir : 1 orang @ Rp 5.000,-
                                    1 Motor @ Rp 5.000,-
                                    1 Mobil  @ Rp 15.000,-

Tiket Masuk Menuju Curug : 1 orang @ Rp 5.000,-

Kamar mandi : Rp 2.000,- ( termasuk mandi, buang air, dan ganti baju)

Alamat: Kp. Leuwi Hejo, Sentul-Bogor,Jawa Barat


Pos Ticketing...

***

Ketika tiba disana, gue dan yang lain tidak langsung masuk. Sembari nunggu Bintang, kami beristirahat sejenak dan menikmati makanan yang ada ditempat ini. Jangan takut kelaparan atau lupa bawa makanan. Karena ditempat ini banyak warung yang menjajahkan makanan. So don't worry be happy deh yaa...


Bahkan, makanan ala warteg disini pun ada..

Jam menunjukkan pukul 1 siang, dan batang itu-nya Bintang belum muncul juga. Akhirnya kami dengan teganya meninggalkan si kawan kita yang mungil satu ini..

Sejenak melupakan Bintang, kami masuk dan menjelajah. Kesan pertama gue ketika tiba disini adalah a-m-a-j-inggg. Alunan arus sungai telah menyambut kami, rasanya saat itu juga gue ingin bugil dan nyemplung, kalau bisa sih ngambang dikali itu. 



Menyusuri jembatan dari bambu ditengah derasnya arus sungai, kami melanjutkan perjalanan menuju curug yang kami tuju.

Akhirnya setelah berjalan cukup jauh, tibalah kami di curug Leuwihejo. Karena ketika itu kondisi curug yang cukup ramai. Kami membuat keputusan untuk menuju curug yang berada lebih tinggi, yaitu curug lieuk.

Si Uty kewalahan, keberatan badan kayaknya...
Akan tetapi karena ada insiden yang tak terduga, yaitu salah satu dari personil kami tidak cukup kuat untuk melanjutakan perjalanan ke atas, kami harus turun ke titik awal pendakian, lebih tepatnya simpang 4 curug..

Kekiri arah ke curug lieuk, kekanan ke atas tebing, ke depan arah ke curug barong, kebawah arah curug leuwi hejo.. 


Simpang Empat titik awal pendakian
Setelah merasa kewalahan kami menuju curug barong. Tempatnya sih cukup bagus dan yang terpenting sepi, cocok nih buat anak-anak alay yang suka mojok di kebun-kebun. 

Penampakannya...
Tapi setelah merasa ragu ketika melihat lokasi kolam yang cukup dalam, akhirnya dengan berat hati kami mengurungkan niat untuk berendam di tempat ini. Selain arusnya yang cukup kuat, alasan lain adalah kami semua tidak bisa berenang.. Horeee..


Kok kayak maho yaa....
Dari pada nanti kita jadi artis koran mendadak yang hanyut dikali, kan gak lucu juga. Akhirnya kami kembali ke tempat curug Leuwihejo, walaupun harus berdesak-desakan renangnya.


Nyebrang dengan arus yang kuat..

Sebelum tiba di curug leuwihejo, kita harus bersusah-susah terlebih dahulu. Sekali lagi, arus di curug ini sangat deras dan ditambah dengan batuan yang licin, so.. we have to be careful. Itulah sensasi ketika gue menyebrang untuk sampai ke curug. 

Rasanya lebih kuat dari kolam arus di Atlantis, Ancol... Pokoknya kalau sampai terbawa arus, ajiiibbb deh, lumayan benjol dikit.


Para orang gila lagi lompat...
Gue sempet kagum dengan beberapa pengunjung disini, mereka berani menyebrangi dalamnya curug leuwihejo, tentunya dengan arus yang cukup kuat. Untuk sekedar sampai diatas bebatuan dan melompat kebawah. Berenang mengikuti arus...

Kabarnya dalam dari dasar kolam curug Leuwihejo kurang lebih 4 meter-an.. Tetep saja yang namanya gak bisa berenang ya gak bisa aja... Hihi


Gogogo.. Lawan arus kayak ikan salmon..

"Tik.. tik..tik" bunyi hujan di atas batu. Gak usah nanyi juga keles bacanya.

Pertanda sebentar lagi akan turun hujan, ditambah lagi dengan volume dan arus sungai yang semakin deras. "Pritt..Pritt.. Mas hayo mas turun, sebentar lagi bakal ada banjir bandang" kata penjaga sungai.

Waduh berabeh nih urusannya kalau kami terseret arus, akhirnya peluit panjang tadi menjadi pertanda berakhirnya perjalanan kami di Curug Leuwihejo kali ini.



Menyebrangi tepi sungai yang semakin deras, menjadikan pengalaman tersendiri yang tentunya tak akan terlupakan. Akhirnya kami mengakhiri perjalanan dan bergegas ganti baju.

"Re.. re.. re" dari kejauhan ada sesorang yang memanggil si Rere. Ternyata oh ternyata yang tak disangka-sangka adalah Bintang. Teman kami yang hampir terlupakan dalam perjalanan kali ini. 

Akhirnya kami bertemu juga dengan dia kali ini, sungguh suatu kejadian yang sangat mengharukan. 

Ini si Bintang.. Kawan kami yang hilang...

Usut punya usut ternyata Bintang telah tiba ditempat ini sebelum kami, itulah kenapa kami tak bertemu dengannya. Lebih menyedihkannya lagi, selama ini dia berenang di curug itu sendirian tanpa ditemani siapa-siapa, hanya anak-anak alay dan cabe-cabean yang membuat dia betah berlama-lama dicurug itu sendirian. 

Sungguh kawan yang malangggg...

Begitulah perjalanan gue kali ini, semoga bermanfaat. See you on the next article good readers.

I love u..


Tambahan: 

Girang amat re.. kayak anak bayi dimandiin.
Pakkk.. Kecipak.. Kecipukkk
Curug Leuwihejo
Wonder woman nih cewek, anti lelah, maju teruss lawan arus...
I'm an engineer but my heart is still an adventurer..
Sepatu abang mau di bawa kemana nenggg...
Girrr.. minggir.. atut ke cebur..
yooo.. no caption

Wisata Bogor Curug Country khas Jonggol

"Bapak mana... bapak manaa.. di Jonggol.. di JONGGOLLL !!" 

Ya, inilah tempat tercipta dan ditemukannya seorang makhluk asing atau sering kita kenal dengan 'Sony Wakwaw'


Jonggol merupakan suatu daerah yang berada di kabupaten Bogor, selain menyimpan 'Sony Wakwaw' di dalamnya, ternyata banyak tempat menarik yang bisa kalian temukan disini. Mulai dari perumahan, gunung batu, dan beberapa curug yang tentunya kece abis. 


"Kak, hari terakhir libur nih. Pergi yuk" ajak gue

"Kemane?" tanya kakak gue
"JONGGOLL !!" jawab gue
...Swwiiiinggg, alhasil tempe baru digoreng mendarat di wajah gue...
"Serius jirr !" kaka gue kesel
"Hoams.. Seriusan ini gue, kita ke Curug Country yang ada di cariu" berusaha menenangkan
"Ohh gitu, okay cauu" ajak kaka gue

Curug Country...


Banyak orang jadi fotonya gak maksimal
Itulah tujuan gue kali ini untuk mengisi liburan terakhir kali ini. Kata orang-orang sih tempat ini seperti miniatur dari air terjun Niagara yang ada di negeri paman Sam tersebut. Curug yang menjadi salah satu tempat wisata oleh warga sekitar ini, cukup ramai oleh pengunjung jika akhir pekan tiba. 

Disarankan ketempat ini pagi hari atau hari biasa, karena waktu gue kesini, bertepatan hari libur dan siang hari. So, you can describe it from the picture above. 

Akhirnya gue browsing sana sini, bahkan mbah google jadi pelampiasan terakhir untuk menemukan lokasi dari si curug Country ini yang merupakan salah satu tempat wisata di bogor. Lagi-lagi menemukan jalan buntu, bahkan google maps mbah google tak bisa berbuat banyak. Soo.. akhirnya gue kesana dengan modal nekat dan bertanya sana-sini.

... Nah ini rute hasil dari ke sok tahuan gue, semoga good readers gak bernasib sama dengan gue.


Rute perjalanan :

Dari Cibubur kalian ambil arah ke jonggol, melewati fly over Cileungsi, ikuti jalan, bertemu mekasari,lurus lagi, bertemu dengan perumahan Citra Indah.

Lurus terus, bertemu dengan simpang tiga, pilih jalur lurus, ikuti jalan, bertemu dengan simpang tiga kembali, ambil jalan lurus, bertemu dengan pasar Cariu. 


Saran, dari pasar Cariu lebih baik kalian bertanya, karena lokasi curugnya tak jauh dari pasar Cariu. Kurang lebih sekitar 3 KM. Lebih tepatnya berada di desa Tanjung Rasa, Kec Tanjung sari, Jonggol, Bogor.

Pengalaman, gue sampai pusing 7 keliling mencari dari lokasi si curug yang imut ini, karena tak ada plang besar penunjuk jalannya. Alhasil, yang gue temukan adalah plang kecil sekitar 20x40 cm, itu juga posisinya dekat dengan curugnya. 

...Arggghhhh...

Patokannya dari jalan raya Jonggol-Cariu, pangkalan tukang ojek dan pohon besar, sebelah kanan jalan dari arah pasar Cariu. Telusuri jalan dan kalian akan menemukan lapangan dari tanah merah disebelah kanan jalan, posisi curugnya tepat berada di depan lapangan tersebut atau disebelah kiri jalan. 


***

Untuk pengelolaanya sendiri curug ini cukup baik, walaupun masih kurang tertata rapi dan beberapa fasilitas masih belum mencukupi. Seperti tempat sampah, tempat makan dan toilet. Itulah kenapa gue, mencari semak-semak untuk berpipis-pipis ria...


Tapi disepanjang jalan menuju pintu masuk curug, kalian akan menjumpai beberapa villa yang disewakan. Range harganya sekitar 2-4 jt/hari.

Tiket masuk ke curug Country sekitar RP 25.000/orang. Mahal ya? Emang! Hiks.. 

Tapi semua terbayar setelah melihat keindahan dari curug Country ini.

Track yang dilalui
Dari tempat penitipan mobil/motor, kita harus berjalan kembali, dengan track yang masih alami, menanjak,menurun dan mendatar, 7 huruf... azzzz...

Perjalanan kurang lebih sekitar 300 M untuk sampai di curug Country ini.

Saran gue sih, gunakan sepatu atau sendal khusus track luar seperti ini. Cara simplenya sih lepas sendal biar gak kepleset.

Sepatu kesayang, melebih sayang kepada mantan.
Tapi semua akan terbayar ketika kalian sampai dan melihat indahnya aliran air curug Country. Bahkan tebing dan bebatuan yang terukir alami seperti pola yang dipahat oleh manusia.

Ganteng banget sih mas...
Aliran air curug Country.

Karena tebing curug yang masih alami, so berhati-hatilah karena tebing yang sedikit berlumut dan licin. Disinilah gue terjatuh dan jadi tontonan imut para pengunjung disana, karena wajah imut gue yang mendukung. Sooo... Stay Cool. :D

Yok di panjat dipanjat.

Itulah keren-nya curug ini, selain kalian bisa bermain air di dasar kolamnya. Tentu tebing dari curug ini dapat kalian panjat. Seraya berselfie-selfie alay ala anak jaman sekarang.. Hihihi..

Jika kalian ngakunya bernyali besar, sok atuh mangga, dipanjat hingga tebing tertinggi. Dengan aliran air yang cukup deras, track untuk memanjatnya pun cukup sulit dan licin.

I'm Hulk.. Argggghhh
Selain bentuknya yang ber-undak-undak. Curug ini terbagi atas dua bagian, satu bagian atas yang merupakan tempat curug utama dan bagian bawah yang merupakan terusan dari curug utama.

bagian bawah
Jika kalian lapar atau haus diperkenankan untuk membawa makanan atau minuman dari luar. Tapi don't worry be happy, karena disekitaran curug terdapat beberapa warung warga yang menyediakan minuman dan makanan ringan. 

Disalah satu warung, menyediakan tempat untuk berganti pakaian,lLumayan bayar Rp 2.000. Karena gue anak kost-an dan dua ribu itu berharga, lebih baik mencari semak-semak untuk ganti pakaian, sekalian ngajak anak orang kesemak-semak. Hihihi...

Well, tempat ini lumayan dijadikan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Jonggol, Kab Bogor. Sembari menghabiskan liburan dengan bermain air dan melihat cabe-cabean, siapa tau ketemu cabe beneran.

Semoga bermanfaat, See you on the next article. I love you..

Tambahan: