Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Kunjungan Industri PT Indosat Jatiluhur

Seperti kebanyakan mahasiswa genius pada umumnya, kegiatan kali ini gue tujukan untuk mengejar sekumpulan sertifikat Ilmu. You know lah, because it is a requirement of passing on my campus. So I have to do that for certificate...

Dengan penuh hasrat ke-ingin-tahu-an gue, menjadi alasan kuat untuk mengikuti kegiatan yang sangat bergengsi seantero BEM FTI yaitu 'Kunjungan Industri'.

Indosat Training dan Conference Center Jatiluhur
Jika ada pertanyaan "Vy apa aja yang udah didapat selama disana?"

Jawabanya adalah "Sertifikat, Foto-foto, Selfie, Snack, yang terakhir nasi kotak". Begitulah kegiatan gue disana, makan, tidur, selfie dan ngobrol, contoh -  contoh anak masa kini. 


***

Dihari sebelumnya..

"Na besok berangkat jam berapa?" Tanya gue sama Ana (salah satu anak HITZ BEM FTI).


"Jam 5.30 vy" Jawab Ana. 


Sebagai seorang remaja yang dikenal alim dan taat akan agama, tentunya berangkat jam segitu tak menjadi halangan bagi gue. Karena sudah terbiasa bangun jam 4 (matiin alarm terus tidur lagi). So, it wasn't big problem for me.



***

Singkat cerita, bangunlah gue jam 4. Tiba-tiba hape berdering...


"Good morning sayang, udah bangun belum, katanya mau Kunjungan Industri, jangan lupa sarapan ya" Okeh fix itu mimpi !!


"Vy dimana woy! Gue udah di depan kober, jemput sekarang" Chat Indri.


"Otw ndri, ini lagi siap-siap gue" Jawab gue. Siap-siap otw kamar mandi maksudnya. 


Setelah selesai mandi, nyuci baju, nyetrika, masak, ngepel dan nyapu, akhirnya gue berangkat menuju kampus. Sebelum itu gue harus menjemput Indri terlebih dahulu. Sesampainya di kampus, setelah absen dan menaruh motor. Berangkatlah kami semua menuju PT Indosat yang terletak di Jatiluhur. Our journey has been began..



***

Keimanan dan ketaqwaan gue harus di uji kembali di dalam bus. Satu bus dengan mantan makhluk-makhluk astral 1IB04 membuat gue membatalkan puasa ketawa yang sedang gue jalanin. Begitulah kalau anak 1IB04 ngumpul, serasa satu bus milik kita sendiri.

Mulai dari ngomongin orang, jahilin orang, ledek-ledekan, dadah-dadah-in cabe-cabean di pinggir jalan, dadah-dadah-in om-om genit, sampai dadah-dadah-in pak polisi. Maafkan hamba mu ini ya Allah.


Tiba-tiba bus berhenti. Tibalah kami di Indosat Training dan Conference Center yang terletak di Jatiluhur. 



Udah kayak villa-villa puncak
Sedikit takhjud dengan tempat ini, karena merupakan tempat training dan conference, so, jangan heran dengan tempatnya yang keren banget. Bahkan ada kolam renangnya. Tapi sayangnya gak ada tante-tante genit ber-bikini lagi ngambang.


Please. Let me try this pool for a second.

Tempat menginap

Dwi cah slawi yang paling narsis.
Setibanya kami disana, kami langsung digiring untuk memasuki ruangan tempat akan dilaksanakan seminar dan pemahaman materi. 

Ruangan yang cukup besar dan terdapat layar projector yang cukup besar di tengah-tengah ruangan. Dengan patung Garuda dan foto gagah dari Presiden Indonesia menjadi salah satu pelengkap di ruangan tersebut. 



Lampu perlahan diredupkan, layar projector mulai dinyalakan dan terdengar "Pintu theater satu telah dibuka, bagi pengunjung yang telah memiliki karcis diharap segera memasuki theater satu" Ini lagi seminar apa nobar Batman vs Superman.

Disinilah kami diberi pengarahan dan penjelasan mengenai sistem telekomunikasi di Indonesia. Dengan materi yang cukup menyenangkan dan suasan yang gelap gulita. Membuat gue semakin larut dalam seminar kali ni, larut dalam mimpi (tidur)...

...Sedikit ilmu yang akan gue sharing selama seminar dilaksanakan.

***
Apa itu Indosat?

Silahkan googling.

Indosat itu perusahan apa?

Pertanyaan lo sama kayak yang pertama, sekali lagi silahkan tanya mbah google!!

Bagaimana sejarah Indosat? 

Finally, you ask something that is really important.

Indosat Ooredoo (lengkapnya PT Indosat Tbk, sebelumnya bernama Indosat) adalah salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Didirikan pada tanggal 20 November 1967 merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia dengan ITT (International Telephone and Telegraph) untuk membangun stasiun Bumi yang dioperasikan pada tahun 1969.

Mulai tahun 1980 PT Indosat berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menangkis keraguan kalangan internasional akan kemampuan mengoperasikan jasa telekomunikasi internasional tanpa ITT. Pada tahun 1992 Indosat kembali menjawab keraguan kemampuan Indosat dalam bersaing dengan pihak swasta yaitu Satelindo, dimana Indosat mempertahankan pangsa pasar sekitar 90%.

Apa Itu Telekomunikasi?

Oh my goddd, sekali lagi nanya yang gak berbobot gue lempar satellite!!

Bagaimana proses Telekomunikasi yang diusung oleh Indosat?

Secara garis besar, jadi untuk proses penyampaian informasi dari satu stasiun ke stasiun lain. PT Indosat Tbk menggunakan dua cara, pertama menggunakan kabel bawah laut atau tanah untuk area yang dapat terjangkau oleh kabel. Kedua untuk daerah yang jauh dari jangkauan menggunakan sistem satellite. Satellite ini digunakan untuk menjangkau daerah terpencil yang ada di Indonesia. 

Penggunaan satellite memberi keuntungan dalam proses jarak, karena satellite dapat menjangkau jarak terjauh. Tapi kekurangannya, dalam proses transfer data lebih cepat menggunakan kabel. Intermezzo ; Satellite transfer data 10 Mbps jarak hingga papua. Kabel transfer data 100 Mbps jarak hanya pulau jawa. 

Kalau begitu apa kegunaan dari Parabola?

Ketika stasiun I mengirimkan sinyal ke stasiun II yang berada di pulau terpencil. Sinyal yang di berikan dari stasiun I akan di teruskan menuju satellite dan sinyal tersebut akan dipantulkan kembali ke bumi dan di terima parabola yang ada di stasin II. 

Jadi, parabola berfungsi untuk memperjelas dan memperkuat sinyal yang dipantulkan oleh satellite. Intermezzo : Tampilan tv yang buruk dan ketika menggunakan antena parabola tampilannya akan lebih jelas.

Sinyal TV dan Telepon itu sama dong?

Sinyal tv itu biasa menggunakan satellite, terutama untuk tv kabel atau acara tv berbayar. Pastinya menggunakan satellite karena letak stasiun tv yang jauh dan lagi untuk memperjelas gambar menggunakkan parabola.

Sedangkan sinyal telepon itu menggunakan bts (Base Transceiver Station) itu loh menara yang terletak di atas-atas gunung. Kalau dalam suatu daerah tidak terdapat bts dipastikan sinyal telepon juga tidak ada. 

Terus apa hubungannya satellite dengan telepon?

Kembali ke awal telepon bisa menggunakan kabel ataupun satellite dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sedangkan jika menggunakan satellite tentunya kita tak membutuhkan kabel bawah laut antar benua.

Cukup menggunakan satellite kita dapat saling bertukar informasi. Ibaratnya kabel itu merupakan gelombang radio yang di pancarkan dan diterima satellite kemudian di pantulkan kembali ke bumi. 

BTS yang berfungsi sebagai pemancar sinyal, sehingga kita dapat menerima informasi yang di pantulkan oleh satellite.

Terus bagaimana hubungan mas Rhavy dengan mantan?

BODO AMAT !!!


***

Begitulah informasi yang gue dapat selama terlarut dalam mimpi ketika mengikuti seminar. Kalau ada salah-salah maklum di maafkan, tapi menurut ke-sok-tau-an gue begitulah informasi yang bisa gue sharing. 

Kalau masih ada yang kurang paham atau ngasih tambahan atau sekedar mau menghina juga silahkan comment di bawah ini.

Setelah mengikuti seminar yang cukup keren dan mebuat gue terkantuk-kantuk. Akhirnya, acara berikutnya adalah menyusuri dan melihat stasiun pengendali dan pemancar. 

Orang imut yang terlahir di dunia
Ketika gue tiba di lapangan, gue melihat banyak sekali parabola dari yang kecil sampe yang gede. Ngelihat parabola yang gede-nya se-gede temen gue Sule, lumayan buat nobar bola satu kabupaten.

Abaikan dua orang naris di foto fokus pada dua parabola.
Parabola yang gedenya se-gede gedung ini fungsinya untuk menangkap atau mengirim gelombang radio dari atau menuju ke daerah yang jauh di Indonesia. Itulah kenapa membutuhkan parabola yang besar agar proses pengiriman dan peneriman gelombang radio dari tempat yang jauh tidak terjadi gangguan. 

Diameter 9 Meter
Rata-rata parabola yang berada di stasiun Indosat ini memiliki diameter piringan 9 meter. Piringannya dapat menampung nasi tumpeng untuk satu kecamatan.

Setelah puas memandangi besarnya parabola yang berdiri tegak menantang. Kami menuju keruangan tempat mengontrol dan memantau satellite. Dari sini kita dapat melihat pergerakan satellite yang berada pada porosnya. Selain itu kita dapat memantau gelombang radio yang dipancarkan atau diterima.

Intinya ini ruangan berpengaruh sekali atas keberlangsungan kehidupan parabola dan satellite. Memiliki beberapa komputer untuk memantau lalu lintas gelombang radio. Walaupun perkerjaannya sepele cuman untuk mandangin layar komputer. Tapi lebih baik dari pada mandangin masa lalu. 

Seketika terjadi kerusakan atau gangguan maka para operator ini siap siaga untuk memperbaikinya. Sekilas santai tapi memiliki tanggung jawab yang besar. 

Miniatur pesawat luar angkas untuk membawa satellite. Serta mas-mas kebersihan disini.
Selain itu di ruangan ini terdapat beberapa miniatur alat-alat yang dibutuhkan demi terwujudnya jaringan telekomunikasi di Indonesia. Begitu juga beberapa foto proses perancangan dan peluncuran satellite dari tahun ke tahun.

Satellite Palapa milik Indonesia dan Indosat yang hingga kini digunakan. Abaikan dua anak ilang diatas  (Acong dan Ichal).

Begitulah dengan munculnya foto dua anak yang ga keurus diatas mengakhiri kisah gue selama mengikuti kegiatan Kunjungan Industri kali ini. Dengan beberapa tempat yang cukup membuat gue tercengengan melongo sambil netesin air liur. 

Beberapa informasi yang gue dapat disini juga cukup membuat gue takhjud dan minta ampun saking gak ngerti dengan materi yang disampaikan.

Sekian yang gue dapatkan semoga bisa bermanfaat dan kalau ada salah kata atau info mohon dimaklumkan namanya juga anak baru gede kemaren, ilmunya belum setinggi bukit, tapi nakalnya setinggi gunung. 

Thanks for visiting my blog. Love you all. Muachh..

See you on the next article...

Tambahan :


Ini yang namanya si Ana salah satu anak hitz BEM

Ini namanya Ichal salah satu yang paling dicari di Polres Depok

We are the cool boys

Para makhluk astral 1IB04



Wisata Air Hijau Curug Leuwihejo Sentul

"Lineee" Hp gue berdering hingga 9 kali, ternyata oh ternyata ada seorang mahasiswi galau mengajak gue untuk pergi belibur.

Dengan pasrahnya gue menyanggupin hasratnya untuk liburan..

Awalnya sih berlima, kebetulan paginya gue mendengar kabar duka, salah satu keluarga Bintang meninggal. Singkat cerita, berangkatlah gue berempat (Rere, Uty, Ais dan Gue yang imut) menuju suatu curug yang ada di daerah Sentul. Curug ini cukup terkenal, apalagi kalian para anak gahool Instagram, pastinya you know it so well.

Jaraknya tidak terlalu jauh sih dari tempat kost gue yang berada di Depok.

Tiba-tiba ketika sampai disekitar daerah sentul "Kring..kring" Bintang menelpon. "Woy pada dimana? Gue jadi ikut nih" kata bintang. "Tang sodara lo hidup lagi? Lehh ughaaa" kata gue. "Bukan taeek, panjang ceritanya" jawab Bintang. Terpaksa si Bintang menyusul....

Akhirnya, kami tiba di tempat tujuan yaitu..

... Curug Leuwihejo.


Akses dan Medan Jalur Kesana



Saran gue sih, gunakan kendaraan bermotor terutama motor, karena jalur dan medan yang naik, turun dan mendatar cukup curam. Kalau menggunakan mobil kudu handal dan lagi jalan kedalamnya dari tempat parkir mobil cukup jauh.
Sedangkan untuk kendaraan umum, kurang tahu juga sih bisa apa enggak. Soalnya sepanjang jalan gue gak melihat adanya om-om supir angkot mangkal.

Peta Google lihat Disini




1) Dari arah jalan raya bogor terus saja. Sebelum Bogor belok kiri ambil arah Sentul

2) Menuju kearah Circuit Sentul, dari Circuit Sentul ambil arah ke kiri
3) Ikut jalan hingga bertemu pertigaan arah jonggol. Belok kanan dan ikuti terus jalan ke arah Jonggol
4) Ada pertigaan belok kanan, jika ke kiri ke curug kembar kalau tak salah.
5) Dari situ sudah tidak terlalu jauh, ikuti jalan saja. Nanti ada pintu masuk ke arah curug disebelah kiri jalan. 

Itu adalah track yang gue lalui kemarin, usut punya usut ada jalan lebih singkatnya. So googling saja yaa.. hehe



***


Informasi dan Harga Tiket Masuk

Tiket masuk dan parkir : 1 orang @ Rp 5.000,-
                                    1 Motor @ Rp 5.000,-
                                    1 Mobil  @ Rp 15.000,-

Tiket Masuk Menuju Curug : 1 orang @ Rp 5.000,-

Kamar mandi : Rp 2.000,- ( termasuk mandi, buang air, dan ganti baju)

Alamat: Kp. Leuwi Hejo, Sentul-Bogor,Jawa Barat


Pos Ticketing...

***

Ketika tiba disana, gue dan yang lain tidak langsung masuk. Sembari nunggu Bintang, kami beristirahat sejenak dan menikmati makanan yang ada ditempat ini. Jangan takut kelaparan atau lupa bawa makanan. Karena ditempat ini banyak warung yang menjajahkan makanan. So don't worry be happy deh yaa...


Bahkan, makanan ala warteg disini pun ada..

Jam menunjukkan pukul 1 siang, dan batang itu-nya Bintang belum muncul juga. Akhirnya kami dengan teganya meninggalkan si kawan kita yang mungil satu ini..

Sejenak melupakan Bintang, kami masuk dan menjelajah. Kesan pertama gue ketika tiba disini adalah a-m-a-j-inggg. Alunan arus sungai telah menyambut kami, rasanya saat itu juga gue ingin bugil dan nyemplung, kalau bisa sih ngambang dikali itu. 



Menyusuri jembatan dari bambu ditengah derasnya arus sungai, kami melanjutkan perjalanan menuju curug yang kami tuju.

Akhirnya setelah berjalan cukup jauh, tibalah kami di curug Leuwihejo. Karena ketika itu kondisi curug yang cukup ramai. Kami membuat keputusan untuk menuju curug yang berada lebih tinggi, yaitu curug lieuk.

Si Uty kewalahan, keberatan badan kayaknya...
Akan tetapi karena ada insiden yang tak terduga, yaitu salah satu dari personil kami tidak cukup kuat untuk melanjutakan perjalanan ke atas, kami harus turun ke titik awal pendakian, lebih tepatnya simpang 4 curug..

Kekiri arah ke curug lieuk, kekanan ke atas tebing, ke depan arah ke curug barong, kebawah arah curug leuwi hejo.. 


Simpang Empat titik awal pendakian
Setelah merasa kewalahan kami menuju curug barong. Tempatnya sih cukup bagus dan yang terpenting sepi, cocok nih buat anak-anak alay yang suka mojok di kebun-kebun. 

Penampakannya...
Tapi setelah merasa ragu ketika melihat lokasi kolam yang cukup dalam, akhirnya dengan berat hati kami mengurungkan niat untuk berendam di tempat ini. Selain arusnya yang cukup kuat, alasan lain adalah kami semua tidak bisa berenang.. Horeee..


Kok kayak maho yaa....
Dari pada nanti kita jadi artis koran mendadak yang hanyut dikali, kan gak lucu juga. Akhirnya kami kembali ke tempat curug Leuwihejo, walaupun harus berdesak-desakan renangnya.


Nyebrang dengan arus yang kuat..

Sebelum tiba di curug leuwihejo, kita harus bersusah-susah terlebih dahulu. Sekali lagi, arus di curug ini sangat deras dan ditambah dengan batuan yang licin, so.. we have to be careful. Itulah sensasi ketika gue menyebrang untuk sampai ke curug. 

Rasanya lebih kuat dari kolam arus di Atlantis, Ancol... Pokoknya kalau sampai terbawa arus, ajiiibbb deh, lumayan benjol dikit.


Para orang gila lagi lompat...
Gue sempet kagum dengan beberapa pengunjung disini, mereka berani menyebrangi dalamnya curug leuwihejo, tentunya dengan arus yang cukup kuat. Untuk sekedar sampai diatas bebatuan dan melompat kebawah. Berenang mengikuti arus...

Kabarnya dalam dari dasar kolam curug Leuwihejo kurang lebih 4 meter-an.. Tetep saja yang namanya gak bisa berenang ya gak bisa aja... Hihi


Gogogo.. Lawan arus kayak ikan salmon..

"Tik.. tik..tik" bunyi hujan di atas batu. Gak usah nanyi juga keles bacanya.

Pertanda sebentar lagi akan turun hujan, ditambah lagi dengan volume dan arus sungai yang semakin deras. "Pritt..Pritt.. Mas hayo mas turun, sebentar lagi bakal ada banjir bandang" kata penjaga sungai.

Waduh berabeh nih urusannya kalau kami terseret arus, akhirnya peluit panjang tadi menjadi pertanda berakhirnya perjalanan kami di Curug Leuwihejo kali ini.



Menyebrangi tepi sungai yang semakin deras, menjadikan pengalaman tersendiri yang tentunya tak akan terlupakan. Akhirnya kami mengakhiri perjalanan dan bergegas ganti baju.

"Re.. re.. re" dari kejauhan ada sesorang yang memanggil si Rere. Ternyata oh ternyata yang tak disangka-sangka adalah Bintang. Teman kami yang hampir terlupakan dalam perjalanan kali ini. 

Akhirnya kami bertemu juga dengan dia kali ini, sungguh suatu kejadian yang sangat mengharukan. 

Ini si Bintang.. Kawan kami yang hilang...

Usut punya usut ternyata Bintang telah tiba ditempat ini sebelum kami, itulah kenapa kami tak bertemu dengannya. Lebih menyedihkannya lagi, selama ini dia berenang di curug itu sendirian tanpa ditemani siapa-siapa, hanya anak-anak alay dan cabe-cabean yang membuat dia betah berlama-lama dicurug itu sendirian. 

Sungguh kawan yang malangggg...

Begitulah perjalanan gue kali ini, semoga bermanfaat. See you on the next article good readers.

I love u..


Tambahan: 

Girang amat re.. kayak anak bayi dimandiin.
Pakkk.. Kecipak.. Kecipukkk
Curug Leuwihejo
Wonder woman nih cewek, anti lelah, maju teruss lawan arus...
I'm an engineer but my heart is still an adventurer..
Sepatu abang mau di bawa kemana nenggg...
Girrr.. minggir.. atut ke cebur..
yooo.. no caption

Wisata Bogor Curug Country khas Jonggol

"Bapak mana... bapak manaa.. di Jonggol.. di JONGGOLLL !!" 

Ya, inilah tempat tercipta dan ditemukannya seorang makhluk asing atau sering kita kenal dengan 'Sony Wakwaw'


Jonggol merupakan suatu daerah yang berada di kabupaten Bogor, selain menyimpan 'Sony Wakwaw' di dalamnya, ternyata banyak tempat menarik yang bisa kalian temukan disini. Mulai dari perumahan, gunung batu, dan beberapa curug yang tentunya kece abis. 


"Kak, hari terakhir libur nih. Pergi yuk" ajak gue

"Kemane?" tanya kakak gue
"JONGGOLL !!" jawab gue
...Swwiiiinggg, alhasil tempe baru digoreng mendarat di wajah gue...
"Serius jirr !" kaka gue kesel
"Hoams.. Seriusan ini gue, kita ke Curug Country yang ada di cariu" berusaha menenangkan
"Ohh gitu, okay cauu" ajak kaka gue

Curug Country...


Banyak orang jadi fotonya gak maksimal
Itulah tujuan gue kali ini untuk mengisi liburan terakhir kali ini. Kata orang-orang sih tempat ini seperti miniatur dari air terjun Niagara yang ada di negeri paman Sam tersebut. Curug yang menjadi salah satu tempat wisata oleh warga sekitar ini, cukup ramai oleh pengunjung jika akhir pekan tiba. 

Disarankan ketempat ini pagi hari atau hari biasa, karena waktu gue kesini, bertepatan hari libur dan siang hari. So, you can describe it from the picture above. 

Akhirnya gue browsing sana sini, bahkan mbah google jadi pelampiasan terakhir untuk menemukan lokasi dari si curug Country ini yang merupakan salah satu tempat wisata di bogor. Lagi-lagi menemukan jalan buntu, bahkan google maps mbah google tak bisa berbuat banyak. Soo.. akhirnya gue kesana dengan modal nekat dan bertanya sana-sini.

... Nah ini rute hasil dari ke sok tahuan gue, semoga good readers gak bernasib sama dengan gue.


Rute perjalanan :

Dari Cibubur kalian ambil arah ke jonggol, melewati fly over Cileungsi, ikuti jalan, bertemu mekasari,lurus lagi, bertemu dengan perumahan Citra Indah.

Lurus terus, bertemu dengan simpang tiga, pilih jalur lurus, ikuti jalan, bertemu dengan simpang tiga kembali, ambil jalan lurus, bertemu dengan pasar Cariu. 


Saran, dari pasar Cariu lebih baik kalian bertanya, karena lokasi curugnya tak jauh dari pasar Cariu. Kurang lebih sekitar 3 KM. Lebih tepatnya berada di desa Tanjung Rasa, Kec Tanjung sari, Jonggol, Bogor.

Pengalaman, gue sampai pusing 7 keliling mencari dari lokasi si curug yang imut ini, karena tak ada plang besar penunjuk jalannya. Alhasil, yang gue temukan adalah plang kecil sekitar 20x40 cm, itu juga posisinya dekat dengan curugnya. 

...Arggghhhh...

Patokannya dari jalan raya Jonggol-Cariu, pangkalan tukang ojek dan pohon besar, sebelah kanan jalan dari arah pasar Cariu. Telusuri jalan dan kalian akan menemukan lapangan dari tanah merah disebelah kanan jalan, posisi curugnya tepat berada di depan lapangan tersebut atau disebelah kiri jalan. 


***

Untuk pengelolaanya sendiri curug ini cukup baik, walaupun masih kurang tertata rapi dan beberapa fasilitas masih belum mencukupi. Seperti tempat sampah, tempat makan dan toilet. Itulah kenapa gue, mencari semak-semak untuk berpipis-pipis ria...


Tapi disepanjang jalan menuju pintu masuk curug, kalian akan menjumpai beberapa villa yang disewakan. Range harganya sekitar 2-4 jt/hari.

Tiket masuk ke curug Country sekitar RP 25.000/orang. Mahal ya? Emang! Hiks.. 

Tapi semua terbayar setelah melihat keindahan dari curug Country ini.

Track yang dilalui
Dari tempat penitipan mobil/motor, kita harus berjalan kembali, dengan track yang masih alami, menanjak,menurun dan mendatar, 7 huruf... azzzz...

Perjalanan kurang lebih sekitar 300 M untuk sampai di curug Country ini.

Saran gue sih, gunakan sepatu atau sendal khusus track luar seperti ini. Cara simplenya sih lepas sendal biar gak kepleset.

Sepatu kesayang, melebih sayang kepada mantan.
Tapi semua akan terbayar ketika kalian sampai dan melihat indahnya aliran air curug Country. Bahkan tebing dan bebatuan yang terukir alami seperti pola yang dipahat oleh manusia.

Ganteng banget sih mas...
Aliran air curug Country.

Karena tebing curug yang masih alami, so berhati-hatilah karena tebing yang sedikit berlumut dan licin. Disinilah gue terjatuh dan jadi tontonan imut para pengunjung disana, karena wajah imut gue yang mendukung. Sooo... Stay Cool. :D

Yok di panjat dipanjat.

Itulah keren-nya curug ini, selain kalian bisa bermain air di dasar kolamnya. Tentu tebing dari curug ini dapat kalian panjat. Seraya berselfie-selfie alay ala anak jaman sekarang.. Hihihi..

Jika kalian ngakunya bernyali besar, sok atuh mangga, dipanjat hingga tebing tertinggi. Dengan aliran air yang cukup deras, track untuk memanjatnya pun cukup sulit dan licin.

I'm Hulk.. Argggghhh
Selain bentuknya yang ber-undak-undak. Curug ini terbagi atas dua bagian, satu bagian atas yang merupakan tempat curug utama dan bagian bawah yang merupakan terusan dari curug utama.

bagian bawah
Jika kalian lapar atau haus diperkenankan untuk membawa makanan atau minuman dari luar. Tapi don't worry be happy, karena disekitaran curug terdapat beberapa warung warga yang menyediakan minuman dan makanan ringan. 

Disalah satu warung, menyediakan tempat untuk berganti pakaian,lLumayan bayar Rp 2.000. Karena gue anak kost-an dan dua ribu itu berharga, lebih baik mencari semak-semak untuk ganti pakaian, sekalian ngajak anak orang kesemak-semak. Hihihi...

Well, tempat ini lumayan dijadikan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Jonggol, Kab Bogor. Sembari menghabiskan liburan dengan bermain air dan melihat cabe-cabean, siapa tau ketemu cabe beneran.

Semoga bermanfaat, See you on the next article. I love you..

Tambahan:







Taman Makam Quilling di Cariu Jonggol

Taman makan, kuburan, cemetery, rumah di masa yang akan datang atau apalah itu sebutannya, yang penting KUBURAN. Intinya tempat yang menjadi tujuan akhir setiap umat manusia atau tempat yang akan di singgahi oleh semua manusia di muka bumi ini.

Kenapa kali ini gue mem-posting mengenai kuburan? Apa bagusnya sih kuburan? 


Mendengar kuburan memanglah sedikit membuat bulu si entong merinding, ehh maksud gue bulu kuduk. Akan tetapi, berbeda dengan kuburan yang akan gue posting kali ini. Bahkan, rasa takut ketika singgah di tempat yang satu ini tak akan ada sedikit pun. Menurut gue lebih menyeramkan wajah mantan.... Baper!


Semua ini berawal ketika gue memposting foto di bbm ataupun instagram gue. Banyak yang bertanya "Vy itu dimana?", "Kemaren sih gue dari korea bro" jawab gue. Hebatnya lagi mereka semua percaya, padahal itu kuburan. So.. kalian bisa menilai siapa yang bodoh gue apa temen-temen gue.. PIZZZZZ gaess !!

Taman Makam Quiling 




Seperti namanya, ini bukanlah kuburan, walapun intinya sama sih. Melainkan suatu taman makam, dimana taman makan yang biasayan identik dengan sesuatu hal yang horror, ditempat ini disulap menjadi pemakaman yang cukup indah. Bahkan dikatakan, dapat dijadikan tempat rekreasi, you knowlah Indonesia... Selama bisa gelar tiker and selfie-selfie, they'll call it with vacation...


Nah ini contoh orang Indonesia yang suka selfie-selfie tanpa melihat sikon dimana pun tempatnya... NORAK !!!



Lahan pemakaman Quiling yang terletak di Jonggol, Bogor diklaim sebagai satu-satunya tempat yang memiliki pemandangan seperti di daerah Quiling, China . Dikelilingi dengan hamparan pegunungan, lereng-lereng, dan aliran sungai, menambah nilai keindahan yang terletak di taman pemakaman ini. 


Diresmikan pada tahun 1995 silam dengan harga beli tanah saat itu sekitar Rp 2.000/meter dan untuk saat ini mungkin telah mencapai harga ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah. Dikarenakan tempat yang strategis diatas perbukitan dan lagi akses yang tidak terlalu susah dijangkau dari jalan akses utama. Menjadikannya taman pemakaman yang sangat strategis.



Untuk harga kaveling lahannya beragam, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, yang gue denger dari akang gue sih harganya bisa sampai 1 Euuummmmbeeeerr. 

"Kang, kalau mau dikubur disini berapaan kang?" Tanya gue
"Setahu akang sih, ratusan juta. Tapi katanya ada juga yang seharga 1M, kenapa vy? Mau dikubur disini?" Jawab akang.
"Hmm.. Gimana yaa.. akang duluan aja yuk sekarang, rhavy entar2 deh" Rasanya pengen gue kubur idup2 tuh akang gue. 


Taman Quiling ini memiliki luas lahan sekitar 120 hectare, kurang lebih segitulah, sok tahu aja sih gue. Katanya, 20 hectare-nya telah terisi oleh makam. Akan tetapi, kebanyakan yang dikuburkan disini adalah warga keturunan Tionghoa yang berpegangan pada hitung-hitungan Hong Shui. Selain Tionghoa, ada beberapa makam dari kalangan penganut katolik maupun kristen. 

Sejauh ini gue belum lihat batu nisan umat muslim disini. So.. apakah kalian ingin mencobanya?


Jika kalian pergi kesini, jangan heran apalagi bingung, kenapa makam disini besar-besar?


"Kang kok makamnya gede-gede ya?" Tanya gue
"Budaya Tionghoa gitu vy, kalau mereka meninggal, harta benda yang paling berharga semasa hidup sang almarhum akan dikuburkan bersamanya, katanya sebagai bekal di dunia lain" Jawab akang gue
"Kalau benda berharganya mobil/motor, gimana?" tanya gue
"Ya, harus dikubur" Jawab akang gue
"Kalau benda berharganya mantan saya gimana kang?" tanya gue
"Kubur aja emaknya vy!!" jawab akang dengan nada sinis

Pastinya, good readers pernah mendengar tentang kebudayaan yang satu ini kan? Jadi jangan kaget kalau datang ke pemakanan ini. Jika melihat salah satu makam yang sangat besar. Kemungkinan didalamnya banyak benda beharga yang dikuburkan bersama sang almarhum. 



Begitulah mengenai taman makam Quiling yang ada dijonggol. Mungkin bagi kalian yang penasaran akan tempat ini, silahkan berkunjung ke makam ini.

Akses jalannnya: dari Cibubur junction, ambil ke arah Cileungsi, melewati fly over Cileungsi, lurus terus, Mekarsari lurus terus, perumahan Citra Indah lurus terus, ketemu pertigaan, dari situ tanya orang, gue agak lupa sih. Hehehe...

See ya on the next article....